Thursday, January 31, 2013

KISAH UNIK DAN MENARIK DARI KEHIDUPAN PESANTREN




“Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum, maka pililhlah orang-orang yang baik sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya

Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harmznya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap“. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari dan Muslim kitab Albir)

Gak salah, kalau kedua ungkapan itu menjadi landasan setiap orang dalam memilih teman (sahabat). Bersahabat dengan orang cerdas, berharap menjadi cerdas juga. Setidaknya, dalam setiap obrolan dengan orang-orang cerdas pasti terselip hal-hal yang bermanfaat. Inilah yang saya alami, beberapa waktu lalu.

SERI SAHABAT: ENERGI POSITIF MENJADI DO'A


Cerita ini terinspirasi dari peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekelilingku. Aku menjadikannya sebagai cerita yang menjadi cermin tentang berbagai arti warna kehidupan.

Dua orang sahabat yang sudah sekian lama tidak bertemu, sedang menikmati sebuah perjalanan dengan mengendarai sebuah mobil.Sahabat pertama kita sebut saja Zuraida (nama samara) dan sahabat kedua (Mirna).

Mirna baru saja tiba di Tanah Air, setelah hampir dua puluh tahun melanglang buana hingga ke Benua Eropa. Dengan senang hati, Zuraida menjemputnya di bandara.

Selama dalam perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju kota Bandung, dengan suka cita mereka terus bercerita, saling berbagi pengalaman dan saling melontar ide tentang segala hal.

Saat berhenti di lampu merah, seorang pengemis mendatangi Zuraida. Si pengemis itu tidak mendapatkan satu keping uang pun dari Zuraida.

Lalu, tangan pengemis itu hanya bergeser sedikit saja mengarahkannya kepada Mirna. Dengan senang hati sahabatku Mirna memberinya beberapa keping uang logam.

Monday, January 21, 2013

TRAGEDI





Mengenang  Sabtu, 07 Januari 2012

Ow…katamu,aku bagai angin

Menerpa tubuhmu
Limbung berayun

Katamu 
aku seikat jerat, menahan rentang                                                                    
Erat kuat terhambat

Kemana pergi                                                                                                   
Mengejar, cemas berlari                                                                                        
Sampailah pada tikungan lengang                                                                                     
Lalu sunyi… 

CERITA DIBALIK NAMA KANG SAMUH



Sejak mengetahui sejarah  “ganti nama” ASEP SAEFUL MUHTADI menjadi SAMUH, salah satu kisah dalam Ranting-Ranting Dari Tepi Pesantren, karya terbaru Prof. Dr. H. Asep Saeful Muhtadi, MA. saya tersenyum sendiri. Teringat kisah  keponakanku yang bermukim di Kota Mekkah Al-Mukarramah,  Saudi Arabia

Aku sendiri mengenal nama asli Kang Samuh, saat bersama-sama kuliah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Awalnya, aku juga berpikiran sama dengan yang lain tentang nama”Samuh”. Menurutku nama itu terdengar agak aneh, karena tidak jelas asal muasalnya. Maksudku, jika dicari arti dari kata Samuh,  aku yakin nama tersebut bukan berasal dari bahasa Arab. Bukan juga dari Bahasa Sunda, apalagi dari  Bahasa Indonesia.

SIKAPNYA ADALAH POTRET RASA SYUKUR PENERIMA ANUGERAH NIKMAT.





Beberapa hari ini saya sangat disibukkan oleh kegiatan membaca buku  dan nongkrong di beberapa perpustakaan kampus. Padahal, saya tidak sedang kuliah loh!

Pasalnya, saya mendapat kesempatan menarik dari salah seorang sahabat. Saya diminta membantu mengoreksi THESIS, karya tulis ilmiah,  yang disyaratkan untuk meraih gelar Masternya.

Dibilang menarik, karena saya mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, bisa membantu dan memenuhi permohonan sahabat. Kedua,  mengoreksi karya ilmiah menuntut saya lebih banyak membaca teori berkaitan dengan judul thesis tersebut.  Saya menganggap ini sebagai kuliah GRATIS yang mengasyikkan!

“Mohon do’a ya, Teh! Saya mau ujian sidang.” Pesannya penuh santun, sesaat menjelang waktu sidang.

SEPERTI APA KELAK KITA DIKENANG




Pagi itu seorang pria menjalani rutinitasnya seperti biasa. Sebagai seorang pimpinan dari beberapa perusahaan yang diamanahkan kepadanya, dia memiliki relasi luas dan sangat sibuk. Dia selalu menyempatkan diri  membaca sebuah kolom pengumuman, termasuk juga kolom BERITA KEMATIAN.

Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah berita kematian seseorang.  Berita itu sangat mengejutkan dan membuat bulu kuduknya merinding. Dia sedang membaca berita tentang KEMATIANNYA SENDIRI.

SELAMAT JALAN ANAKKU LISNAWATI




 Belum juga reda…air mata kesedihan atas berita wafat salah seorang saudara dekatku, tiba-tiba berita duka kembali menyergap kekuatan fisikku hingga tubuhku lemas tak berdaya. 

Innalillaahi Wainnaa Ilaihi Raajiuun

LISNAWATI, anak didik terbaik kami telah pergi mendahului kami. Kepergianmu yang begitu cepat bagaikan mimpi buruk.

Jika kami menangis saat ini, bukan karena kami tidak ikhlas melepasmu. Kami menangis, karena kami kehilangan harapan untuk menjadikanmu sebagai salah seorang generasi penerus perjuangan kami.
Kami menangis, karena kami tahu impianmu begitu tinggi dan mulia.
Kau dan teman-temanmu sangat kami harapkan mampu menjadi cahaya perubahan.

Namun, betapapun sedihnya kami, kami yakin Allah Swt. lebih berhak memilikimu dan melimpahimu dengan kebahagiaan nan abadi.

SELAMAT JALAN ANAKKU, SEMOGA ENGKAU MENDAPAT TEMPAT TERBAIK DIDEKAT-NYA

CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT


Mengenang 22 Tahun Wafatnya Alm KH. Abdul Wahab Mawahib dan Do’a Terindah Bagi Almarhumah Ibunda serta Kakanda-kakanda Tercinta yang Telah Berpulang.



Masih segar dalam ingatan, hari itu Jum’at tanggal 11 September 1991. Abah baru saja pulang ta’ziah dari keluarga salah seorang sahabat seperjuangannya  yang wafat. Beliau menyampaikan nasihatnya.


Orang yang tidak mempan dinasihati oleh kematian, maka jangan harap mempan dinasihati oleh lainnya.  Orang yang selalu ingat bahwa dia akan mati, akan bersikap hati-hati. Sebaliknya mereka bersikap takabbur, tidak peduli terhadap sesama, biasanya adalah orang-orang yang lupa bahwa mereka akan meninggal. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan dan di mana akan meninggal. Seandainya kita tahu, maka kita bisa mempersiapkan diri. Tapi kematian adalah rahasia Tuhan. Jadi, setiap saat kita harus bersiap-siap.  Jelas Abah tentang pentingnya mempersiapkan diri menyongsong kematian.

SAHABAT:KEHADIRANNYA MEMBANTUKU BERMETAMORFOSIS



Alunan musik nan lembut, berirama padang sahara, bernuansa islami, terus mengiringi setiap langkah para tamu undangan menuju pelaminan. Hampir semua tamu undangan yang hadir dalam acara resepsi pernikahan malam itu, mengaku sangat menikmati keseluruhan penampilan seni yang disuguhkan. Selain ditata sangat apik, lagu-lagu yang disenandungkan merupakan syair-syair shalawat menyejukkan hati.

Bagiku tidak hanya menyejukkan hati. Syair-syair shalawat yang disenandungkan, benar-benar menggugah ingatanku kembali ke masa silam. Sejenak langkahku tertegun, terkenang pada sosok seorang sahabat yang sulit dilupakan hingga saat ini.

Wednesday, January 9, 2013

MEMBANGUN MENTAL SISWA YANG GAGAL UN


BELUM DIPUBLISH.

MEWUJUDKAN MADRASAH EFEKTIF: KEBUTUHAN SANGAT MENDESAK



kemajuan pendidikan dapat dicapai apabila sistem pengelolaan pendidikannya profesional dan berkualitas. Oleh karena itu, madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan milik masyarakat sekaligus sebagai sekolah umum berciri khas agama Islam harus sudah siap menjadi madrasah efektif (effective school), sehingga mampu menyelenggarakan program pendidikan bermutu sesuai dengan tuntutan ideal tujuan pendidikan dalam menghadapi tantangan perubahan kehidupan zaman.